Kamis, 17 November 2016

Bentuk-Bentuk Latihan Kecepatan dan Kelincahan Anggota Badan Bagian Bawah

Ilustrasi latihan kecepatan dan kelincahan kaki [image by Merdeka.com], 
Pada informasi sebelumnya kita telah mengetahui bentuk-bentuk latihan kecepatan dan kelincahan anggota badan bagian atas, pada informasi kali ini kita akan melatih kecepatan dan kelincahan anggota badan bagian bawah. Adapun anggota badan bagian bawah yang dilatih untuk kecepatan dan kelincahan ialah kaki.

Latihan kecepatan dan kelincahan untuk anggota badan bagian bawah khususnya kaki ini sangat baik untuk dilakukan, sebab akan mempengaruhi pada aktifitas kita sehari-hari dalam bergerak. Selain itu latihan kecepatan dan kelincahan juga sangat diperlukan untuk atlit olahraga, misalnya sepakbola, lari, dan olahraga lainnya yang mengandalkan kaki untuk bergerak.

Lalu, apa saja contoh atau bentuk latihan kecepatan dan kelincahan yang bisa dilakukan? Nah berikut ini beberapa latihan yang dapat anda lakukan untuk melatih kecepatan dan kelincahan pada anggota badn bagian bawah khususnya kaki.

1. Lari 30 Meter
Tujuan melakukan latihan lari 30 meter adalah untuk melatih kecepatan gerak seseorang dengan menempuh jarak 30 meter. Adapun cara melakukan latihan kecepatan dan kelincahan dengan latihan lari 30 meter adalah sebagai berikut.
  • Pada aba-aba ”siap” siswa siap lari dengan start berdiri.
  • Setelah aba-aba ”ya” siswa lari secepat-cepatnya menempuh jarak 30 meter sampai melewati garis finish. Bersamaan dengan aba-aba ”ya” bendera start diangkat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam latihan kecepatan dan kelincahan dengan cara lari 30 meter adalah sebagai berikut.
  • Kecepatan lari dihitung dari saat bendera diangkat sampai pelari melewati garis finish. Kecepatan lari dicatat sampai dengan 0,1 detik; bila memungkinkan dicatat sampai dengan 0,01 detik.
  • Latihan tersebut dilakukan dua kali, setelah berselang satu kali pelari berikutnya/kelompok lari berikutnya.
2. Lari Bolak Balik (Shutlle Run)
Tujuan melakukan latihan lari bolak balik (shutle run) adalah melatih mengubah gerak tubuh arah lurus. Cara melakukan latihan lari bolak balik adalah sebagai berikut.
  • Lari bolak-balik dilakukan secepat mungkin sebanyak empat kali.
  • Setiap kali sampai pada suatu titik, siswa tersebut harus berusaha untuk secepatnya membalikkan diri untuk berlari menuju ke titik yang lain.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam latihan kecepatan dan kelincahan dengan lari bolak-balik adalah sebagai berikut.
  • Jarak antara kedua titik jangan terlalu jauh sekitar 10 m, jika terlalu jauh kemungkinan setelah lari bolak-balik beberapa kali, siswa tidak lagi mampu untuk lari dan membalikkan badannya dengan cepat karena kelelahan.
  • Jumlah pengulangan lari bolak-balik jangan terlalu banyak karena dapat menyebabkan siswa lelah kalau pengulangan larinya terlalu banyak maka seperti telah diterangkan di atas kelelahan akan memengaruhi kelincahan dari siswa.

3. Latihan Lari Belak-Belok (Zig-Zag)
Tujuan melakukan latihan kecepatan dan kelincahan dengan lari zig zag adalah untuk melatih mengubah gerak tubuh arah berkelok-kelok. Adapun cara melakukan latihan tersebut adalah sebagai berikut.
  • Latihan ini dilakukan dengan cara berlari belak-belok dengan cepat sebanyak 2–3 kali di antara beberapa titik (misalnya 4–5 titik).
  • Jarak setiap titik sekitar dua meter.
4. Jongkok Berdiri (Squat Trust)
Tujuan dalam melakukan latihan jongkok berdiri atau squat trust adalah untuk melatih mengubah posisi tubuh (jongkok dan berdiri tegak). Cara melakukan latihan kecepatan dan kelincahan dengan latihan jongkok berdiri adalah sebagai berikut.
  • Jongkok sambil menumpukan lengan di lantai.
  • Pandangan ke arah depan.
  • Lemparkan kedua kaki belakang sampai lurus dengan sikap badan terlungkup dalam keadaan terangkat.
  • Dengan serentak, kedua kaki ditarik ke depan, kemudian kembali ke tempat semula.
  • Latihan ini dilakukan berulang-ulang dengan gerakan yang sama.
Itulah empat bentuk latihan kecepatan dan kelincahan anggota badan bagian bawah yang dapat anda lakukan, latihan tersebut sebaiknya dilakukan setiap hari atau setidaknya tiga kali seminggu. Dengan memiliki kaki yang cepat dan lincah sekaligus kuat maka kita dapat menjalani aktifitas sehari-hari dengan baik.

Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 2/Sri Wahyuni, Sutarmin, Pramono; ilustrator, Daru, Tito.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Bentuk-Bentuk Latihan Kecepatan dan Kelincahan Anggota Badan Bagian Atas

Kecepatan dan kelincahan tangan kiper[image by victoryfs.wordpress.com], 
Sebelum kita mengetahui apa saja bentuk latihan dan kelincahan, terlebih dahulu kita perlu mengetahui apa itu kecepatan dan kelincahan. Pada umumnya kecepatan ialah kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sedangkan kelincahan (agility) ialah kemampuan seseorang untuk dapat mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak tanpa kehilangan keseimbangan.

Melakukan latihan kecepatan dan kelincahan sangat penting, apa lagi seseorang yang mempunyai kegiatan dengan mengandalkan kecepatan dan kelincahan tubuh misalnya atlet olahraga. Perlu diketahui juga bahwa latihan kecepatan dan kelincahan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu latihan kecepatan dan kelincahan untuk anggota badan bagian atas dan bagian bawah.

Pada kali ini kita akan membahas tentang latihan kecepatan dan kelincahan untuk anggota badan bagian atas. Anggota badan bagian atas yang dapat dilatih kecepatan dan kelincahannya ialah tangah termasuk juga lengan. Apa saja bentuk contoh latihan kecepatan dan kelincahan yang dapat dilakukan? Berikut ini beberapa latihanya.

1. Melemparkan Bola ke Tembok
Tujuan latihan melempar bola ke tembok adalah untuk melatih kecepatan dan kelincahan otot lengan. Cara melakukan latihan kecepatan dan kelincahan dengan latihan melempar bola ke tembok adalah sebagai berikut:
  • Posisi berdiri di depan tembok sejauh 3 meter dengan membawa bola.
  • Lemparkan bola dengan kedua tangan dari atas kepala diarahkan ke tembok hingga bola memantul kembali.
  • Tangkaplah bola yang datang setelah memantul dari tembok.
  • Bola dilemparkan kembali ke tembok, demikian seterusnya.
  • Latihan tersebut dilakukan berulang-ulang selama 60 detik, tanpa istirahat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam latihan kecepatan dan kelincahan dengan latihan melempar bola ketembok yaitu:
  • Lemparan harus tepat sasaran, tidak terlalu ke atas, ke bawah, atau melebar ke samping sehingga pada saat bola memantul dan kembali ke arah pelempar maka akan mudah untuk menangkapnya.
  • Lemparan dilakukan secara cepat dan tepat sasarannya.

2. Lempar Tangkap Bola
Tujuan melakukan latihan lempar tangkap bola adalah untuk melatih kecepatan dan kelincahan tangan. Cara melakukan latihan kecepatan dan kelincahan dengan latihan lempar tangkap bola adalah sebagai berikut:
  • Posisi berdiri saling berhadapan dengan jarak 3 meter.
  • Salah satu siswa memegang bola dengan dua tangan di depan dada, kemudian bola dilemparkan tepat di depan teman yang berada di hadapannya.
  • Siswa menangkap bola dengan kedua tangan.
  • Bola kembali dilemparkan kepada siswa yang berada di depannya (arah serong), demikian seterusnya.
  • Setelah sampai pada siswa terakhir, bola dilemparkan kembali kepada siswa yang sebelumnya melemparkan bola.
  • Latihan tersebut dilakukan dalam waktu 60 detik tanpa istirahat.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam latihan kecepatan dan kelincahan dalam latihan lempar tangkap bola, yaitu:
  • Lemparan harus tepat sasaran sehingga memudahkan teman lain untuk menangkapnya dan bola bisa segera dilemparkan ke teman selanjutnya.
  • Lemparan dilakukan secara cepat.
Itulah dua bentuk latihan kecepatan dan kelincahan anggota bdan bagian atas beserta cara melakukannya dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 2/Sri Wahyuni, Sutarmin, Pramono; ilustrator, Daru, Tito.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Jumat, 11 November 2016

Bentuk Latihan Kekuatan dan Daya Tahan Jantung dan Paru-Paru

Jogging [image by squashskills.com], 
Jantung dan Paru-Paru merupakan dua dari beberapa organ yang paling penting dalam tubuh manusia. Organ paru-paru berfungsi dalam hal pernapasan sedangkan organ jantung berfungsi sebagai pemompa darah keseluruh tubuh, jadi kedua organ tersebut sama pentingnya.

Karena jantung dan paru-paru sangatlah penting, maka perlu untuk dijaga kesehatannya. Untuk menjaga kesehatan jantung dan paru-paru dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menjaga asupan makanan dan berolahraga. Menjaga asupan makanan yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, hindari makan makanan yang mengandung banyak lemak.

Untuk menjaga kesehatan jantung dan paru-paru dapat juga dilakukan dengan berolahraga, berolahraga disini untuk melatih kekuatan serta daya tahan kedua organ tersebut agar jantung kita lebih kuat bekerja dan paru-paru kita dapat kuat dalam bernafas dan tidak mudah capek. Berikut ini beberapa latihan yang dapat anda lakukan untuk melatih kekuatan dan daya tahan jantung dan paru-paru.

1. Jogging
Bentuk latihan daya tahan jantung dan paru-paru dapat dilakukan dengan latihan jogging berikut.
Cara melakukan sebagai berikut.
  • Posisi awal, berdiri tegak.
  • Gerakan jogging dengan kaki secara, santai.
  • Jogging dilakukan tanpa berhenti, dengan waktu jogging selama 12 menit.

2. Berjalan
Cara melakukannya sebagai berikut.
  • Sikap awal berdiri tegak.
  • Kemudian, mulai berjalan dengan langkah kaki dan lenggang tangan yang harmonis.
  • Gerakan berjalan ini sebaiknya dilakukan tanpa menggunakan alas kaki.
3. Berlari dengan Kecepatan yang Berubah-ubah
Cara melakukannya sebagai berikut.
  • Siswa-siswa berdiri berkelompok membentuk barisan berbanjar.
  • Secara satu per satu melakukan lari ke depan – menyamping dengan variasi kecepatan.
  • Gerakan lari dilakukan dengan jarak 30 meter dan lari kembali mencapai jarak finish dengan variasi kecepatan dan arah.

Selasa, 08 November 2016

Bentuk Latihan Kekuatan dan Daya Tahan Otot

Latihan kekuatan dan daya tahan otot [image by programfitnes.com], 
Memiliki tubuh yang bugar dan sehat merupakan keinginan semua orang, bagaimana tidak, dengan mempunyai tubuh yang bugar kita dapat menjalankan segala aktifitas dengan semangat. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk memiliki badan yang bugar, salah satunya yaitu dengan berolahraga atau latihan daya tahan.

Latihan kekuatan dan daya tahan otot dapat kita lakukan dengan berbagai cara sesuai dengan otot apa yang akan kita latih, misalnya latihan kekuatan otot lengan, latihan kekuatan otot perut, latihan kekuatan otot kaki, dan latihan kekuatan otot punggung. Latihan-latihan tersebut mempunyai cara dan jenis latihan yang berbeda-beda.

Berikut ini kami akan memberikan informasi mengenai cara atau bentuk latihan yang dapat anda lakukan meleatih daya tahan otot bagian tubuh anda agar terlihat lebih bugar lagi.

Bentuk Latihan Kekuatan dan Daya Tahan Otot Tangan

Untuk melatih kekuatan dan daya tahan otot tangan dapat dilakukan dengan dua gerakan, yaitu gerakan pull-up dan gerakan push-up. Berikut ini cara melakukan kedua gerakan tersebut.

1. Gerakan Pull-up
Cara melakukan gerakan ini sebagai berikut.
  • Berdiri di bawah palang tunggal.
  • Meloncat sendiri atau dibantu orang lain dan kedua tangan memegang palang tunggal selebar bahu menghadap ke depan.
  • Gerakannya, kedua tangan mengangkat badan hingga dagu melewati palang.
  • Kemudian, badan diturunkan ke posisi semula.
2. Gerakan Push-up
Cara melakukan sebagai berikut.
  • Posisi tubuh tengkurap dengan bertumpu pada tangan dan kaki.
  • Gerakkan tubuh naik turun dengan pandangan mata ke arah depan.

Bentuk Latihan Kekuatan dan Daya Tahan Otot Dada dan Bahu

Latihan kekuatan dan daya tahan otot dada dan bahu dapat dilakukan dengan empat gerakan, yaitu gerakan back-up dan gerakan sit-up. Berikut cara melakukan kedua gerakan untuk melatih kekuatan dan daya tahan otot dada dan bahu tersebut.

1. Gerakan Back-up
Cara melakukan sebagai berikut.
  • Posisi awal, tubuh tengkurap, kedua tangan dikaitkan dan diletakkan di belakang kepala.
  • Gerakannya, tubuh bagian atas diangkat-angkat dan kedua kaki dipegang oleh kedua tangan temannya.

2. Gerakan Sit-up
Cara melakukan sebagai berikut.
  • Posisi awal, telentang dengan kedua tangan dikaitkan di letakkan di belakang kepala.
  • Gerakannya, tubuh bangun kembali telentang dan kembali bangun lagi.
  • Gerakan ini dilakukan lebih banyak akan lebih baik.

Bentuk Latihan Kekuatan dan Daya Tahan Otot Punggung

Untuk melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot punggung, dapat dilakukan dengan dua bentuk latihan yaitu gerakan mencium lutut dan gerakan membungkuk-bungkukkan tubuh. Bagaimana cara melakukan kedua gerakan tersebut? berikut ini penjelasannya:

1. Gerakan Mencium Lutut
Cara melakukan sebagai berikut.
  • Posisi awal, duduk selonjor dengan kedua kaki rapat.
  • Tubuh dibungkuk-bungkukkan, tangan lurus ke depan hingga muka, dan dada menyentuh lutut.
  • Setelah mampu mencium lutut, ditahan beberapa saat.
2. Gerakan Membungkuk-bungkukkan Tubuh
Cara melakukan sebagai berikut.
  • Posisi awal, berdiri, kedua kaki rapat.
  • Tubuh dibungkuk-bungkukkan dengan lutut tidak ditekuk.
  • Setelah dibungkuk-bungkukkan, tubuh ditengadahkan.
  • Gerakan ini dilakukan selama 2 × 8 hitungan.

Bentuk Latihan Kekuatan dan Daya Tahan Otot Kaki

Latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki dapat dilakukan dengan tiga cara atau bentuk, yaitu gerakan naik turun tangga, gerakan loncat katak, dan gerakan jongkok berdiri atau Squat Thrust. Untuk cara melakukan ketiga bentuk latihan tersebut, berikut ini penjelasannya.

1. Gerakan Naik Turun Tangga
Cara melakukan sebagai berikut.
  • Posisi awal, berdiri di depan tangga.
  • Gerakannya, kaki naik turun dari tangga dimulai dengan kaki kanan.
  • Gerakan ini dilakukan lebih lama lebih baik.
2. Gerakan Loncat Katak
Cara melakukan sebagai berikut
  • Posisi awal dengan sikap jongkok kedua tangan diletakkan di pinggang.
  • Gerakannya, meloncat-loncat ke depan.
  • Gerakan ini dilakukan dengan jarak tempuh sekitar 10 meter.
3. Gerakan Jongkok Berdiri (Squat Thrust)
Cara melakukan sebagai berikut.
  • Siswa-siswa berdiri membentuk barisan dengan menghadap serong kanan.
  • Setiap anak berdiri dengan sikap sempurna.
  • Kemudian, jongkok dilanjutkan kedua kaki secara bersama-sama dilemparkan ke belakang.
  • Setelah itu, kembali ke posisi jongkok dan berdiri ke posisi semula.
Itulah bentuk-bentuk latihan kekuatan dan daya tahan otot dimana bentuk latihan terbagi menjadi empat latihan, yaitu latihan daya tahan otot tangan dengan gerakan pull-up dan gerakan push-up, latihan daya tahan otot dada dan bahu dengan gerakan back-up dan gerakan sit-up, latihan daya tahan otot punggung dengan gerakan gerakan mencium lutut dan gerakan membungkuk-bungkukkan tubuh, dan yang terakhir latihan daya tahan otot kaki dengan gerakan naik turun tangga, gerakan loncat katak, dan gerakan jongkok berdiri.

Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 1/Sri Wahyuni, Sutarmin, Pramono; ilustrator, Amanah...[et al.].-- Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

    Rabu, 02 November 2016

    Macam-Macam Cedera yang Sering Dialami Saat Berolahraga

    Ilustrasi cedera [image by sindojabar.com], 
    Pasti semua orang pernah mengalami cedera saat berolahraga, kebanyakan cedera terjadi pada bagian kaki, pinggang, serta tangan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan anggota badan lain mengalami juga yang namanya cedera. Cedera terjadi karena banyak faktor, diantaranya karena kurang melakukan pemanasan saat akan melakukan olahraga.

    Akan tetapi cedera juga bisa terjadi karena tubuh kita sudah sangat kelelahan berolahraga tapi masih dipaksa, dan cedera juga bisa terjadi karena bantuan dari orang lain, misalnya saat bermain bola kita ditekel oleh lawan. Cedera itu mempunyai banyak macam, mulai dari yang ringan (penyembuhannya sebentar) hingga cedera berat yang penyembuhannya memerlukan waktu yang lama.

    Apa saja macam-macam cedera itu? Berikut ini beberapa macam cedera yang sering dialami saat berolahraga, seperti yang dikutip dari KOMPAS.com.

    1. Strain (otot ketarik)
    Strain adalah cedera pada otot, Di Indonesia, strain lazim disebut otot ketarik. Sering terjadi pada otot groin alias selangkangan, hamstring dan otot betis. Salah satu gejalanya adalah otot terasa keras. Akibat paling parah adalah robeknya jaringan otot. Pencegahannya dengan memberi pemanasan cukup pada otot-otot yang akan digunakan saat berolahraga. Jika terlanjur mengalami strain, kompres es bisa dijadikan pertolongan pertama untuk meredakan nyeri dan peradangan.

    2. Sprain (keseleo atau terkilir)
    Cedera yang satu ini melibatkan sendi. Bisa terjadi pada sendi mana saja, termasuk sendi jari. Meski lebih sering terjadi pada bagian sendi besar seperti pergelangan bahu, kaki, atau tangan. Pergerakan sendi ada batasnya. Jika batas itu dilewati maka akan terjadi cedera sprain. Di Indonesia, lazim disebut keseleo atau terkilir. Keseleo atau terkilir bisa terjadi di mana saja. Bahkan ketika berolahraga di treadmill yang notabene aman karena dilakukan di dalam ruangan.

    Pencegahannya mirip seperti strain. Lakukan pemanasan yang cukup pada bagian sendi yang banyak digunakan saat berolahraga.nLatihan lompat tali bisa digunakan untuk memperkuat sendi bagian kaki bagi Anda yang hobi olahraga lari atau banyak menggunakan kekuatan sendi kaki. Jika Anda senang jogging di alam bebas, perhatikan permukaan tanah. Hindari area berbatu atau terjal untuk mencegah terjadinya keseleo.


    3. Cedera lutut
    Cedera ini terjadi akibat gerakan berulang kali yang menyebabkan trauma pada sendi lutut. Cedera ini umum terjadi pada atlet lari, sepak bola, bulu tangkis. Cedera ini bisa dicegah dengan cara melakukan latihan squat atau lunge yang benar. Misalnya, saat menekuk, lutut tidak boleh melebihi ujung kaki dan posisi badan dijaga agar tegap dengan dagu diangkat. Fungsinya untuk melatih otot gluteus yang berperan menahan laju gerak sehingga beban pada lutut bisa berkurang.

    4. Cedera pinggang bawah
    Cedera ini terjadi karena gerakan pinggang yang mendadak, berulang, atau berlebihan yang melampaui batas kekuatan otot pinggang. Pemanasan tetap cara efektif untuk mengurangi risiko cedera pinggang bawah. Untuk mengurangi risiko cedera ini, latihan beban seperti back up dan stiff deadlift. Latihan kelenturan gerak juga bisa dilakukan untuk mengurangi risiko cedera pinggang bawah.

    Yang Tidak Dilakukan Setelah Berolahraga

    Minum setelah berolahraga [image by www.breakthrough-generation.com], 
    Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan, selain itu dengan berolahraga tubuh kita terasa lebih segar dan tentu saja lebih siap melakukan aktifitas sepanjang hari. Akan tetapi tidak semua hal dilakukan setelah berolahraga, terdapat juga beberapa hal yang pantang dilakukan setelah berolahraga.

    Beberapa hal yang tidak boleh dilakukan setelah olahraga akan berdampak pada tubuh jika kita melakukannya, karena setelah berolahraga tubuh kita melakukan pemulihan dan bahkan melakukan pertumbuhan. Apa saja pantangan atau yang tidak boleh dilakukan setelah kita berolahraga? Berikut ini kami berikan informasinya, seperti yang dikutip dari KOMPAS.com dan SHAPE.

    1. Tidak cukup minum
    Pada umumnya, kita tak punya cukup waktu untuk minum saat sibuk mengangkat beban atau melakukan gerakan lunges. Penting untuk minum air sedikit lebih dari biasanya setelah olahraga untuk merehidrasi tubuh, selain itu sebaiknya minum setelah olahraga yang bikin tubuh berkeringat. Meminum air setelah olahraga juga sangat dibutuhkan tubuh untuk menggantikan glikogen dan elektrolit yang keduanya dibutuhkan untuk pemulihan setelah berolahraga.

    2. Mengonsumsi makanan berlemak
    Lemak memperlambat proses pencernaan. Jangan mengonsumsi terlalu banyak lemak setelah olahraga. Makanan yang perlu dikonsumsi setelah berolahraga ialah makanan nutrisi yang "cepat bekerja" yang mampu memasuki aliran darah dan masuk ke dalam sel dengan cepat. Itu artinya Anda butuh memberi bahan bakar dengan cepat, sekitar 20 sampai 30 menit setelah olahraga dengan protein berkualitas dan karbohidrat untuk memberi makan otot-otot.

    3. Tidak melakukan peregangan
    Kadang kita harus cepat-cepat pergi ke kantor. Tetapi setelah olahraga, setelah otot berkontraksi selama satu jam, mendapatkan peregangan paling tidak selama 10 detik itu penting. Hal ini sangat dianjurkan, sebab jika tidak meregangkan otot setelah olahraga, dapat menyebabkan limitasi jangkauan gerakan yang membuat kita rentan cedera.


    4. Duduk sepanjang hari
    Kita perlu menghabiskan waktu olahraga dengan denyut jantung 50 persen dari maksimal untuk melakukan peregangan dinamis, foam rolling, latihan fungsional atau latihan perut. Jika kita tak mampu melakukannya setelah olahraga pagi, sediakan waktu beberapa menit di malam hari atau keesokan harinya.

    5. Kurang tidur
    Tubuh kita memulihkan diri dan membangun kembali saat kita tidur. Istirahat cukup itu penting. Upayakan untuk tidur nyenyak sehabis olahraga agar otot-otot ayng berlatih keras itu pulih kembali.

    Manfaat Renang Untuk Kesehatan Otak

    Berenang [image by Vemale.com], 
    Berenang merupakan salah satu kegiatan yang sangat disukai terutama oleh anak-anak, selain mempunyai manfaat untuk menyegarkan dan menyehatkan tubuh, ternyata berenang juga dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak kita. Apa lagi jika dilakukan tiap hari dan rutin.

    Selama ini kita hanya mengetahui bahwa untuk menjaga kesehatan otak diharuskan untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta berisitirahat, akan tetapi aktifitas olahraga khususnya berenang dapat pula bermanfaat untuk kesehata otak. Apa saja manfaat berenang untuk otak? Berikut ini kami berikan informasinya, seperti yang dikutip dari KOMPAS.com dan Medical Daily.

    1. Fungsi kognitif lebih baik
    Peningkatan aliran darah bisa membantu meningkatkan memori, mood, kejernihan, dan fokus. Hal ini karena saat berenang, aliran darah ke bagian otak ternyata lebih tinggi dibanding dengan saat berolahraga di darat. Setiap gerakan berulang, seperti lari, atau pun menari, akan meningkatkan aliran darah ke otak. Tapi manfaat itu bisa lebih ditingkatkan saat berenang.

    2. Memperbaiki mood
    Melakukan olahraga, termasuk renang dapat melepaskan faktor neurotropik di otak, yaitu endorfin, yang sangat baik untuk mengurangi stres, kecemasan, atau mood yang buruk. Renang sebenarnya bisa mengurangi gejala depresi, salah satunya karena aktivitas ini merangsang produksi hormon yang memperbaiki mood.

    Berenang juga efektif untuk mengurangi panik dan rasa sedih karena teknik renang yang dipakai, misalnya menendang, menarik napas, dan pengulangan. Gerakan-gerakan itu bisa bersifat meditatif, sehingga mengurangi ketegangan.


    3. Daya ingat
    Kerusakan otak akibat stres bisa diperbaiki, atau sel-sel otak yang rusak diganti, dengan berenang. Saat kita melakukan olahraga yang membutuhkan oksigen besar, seperti renang, hippocampus di otak akan membesar dan aliran oksigen lebih besar.

    4. Kemampuan belajar
    Gerakan-gerakan dalam olahraga renang ternyata juga membantu perkembangan serat saraf di corpus callosum, bagian otak yang berperan dalam komunikasi antara otak kanan dan kiri. Renang akan mengaktifkan seluruh bagian otak secara simultan, sehingga kemampuan belajar ikut meningkat.

    Penelitian tahun 2012 menyimpulkan, anak yang belajar berenang di usia muda akan mencapai perkembangan lebih awal dibanding anak seusianya. Tonggak perkembangan yang bisa lebih cepat antara lain kemampuan motorik seperti koordinasi, kemampuan visual motorik, serta tugas matematika.

    Tanda-Tanda Kekurangan Kalium Dalam Tubuh

    Dehidrasi, salah satu gejala kekurangan kalium [image by Artikeldokter.com], 
    Kalium merupakan salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, nutrisi ini mempunyai beberapa fungsi yang sangat penting dalam tubuh. Beberapa fungsi kalium yaitu sebagai bahan pembentuk tulang dan gigi, sebagai katalisator perubahan protrombin menjadi trombin dalam proses pembekuan darah, dan sebagai proses kontraksi pelemasan otot-otot.

    Maka dari itu jika tubuh kita mengalami kekurangan kalium maka akan berefek pada tubuh kita. Apa saja tanda atau gejala jika kekurangan kalium dalam tubuh? Berikut ini kami berikan informasinya, seperti yang dikutip dari KOMPAS.com.

    1. Otot terasa lemah
    Jika tingkat kalium dalam tubuh amat rendah, kita akan langsung merasakan adanya keanehan pada otot-otot. Apa alasannya? Sebab kalium merupakan elektrolit yang dibutuhkan untuk membangun otot. Nah, kekurangannya barang pasti akan menimbulkan efek samping pada otot. Orang-orang akan merasakan kontraksi pada otot sebagai gelaja awal kekurangan kalium.

    2. Kram otot
    Kekurangan kalium tak hanya membuat otot menjadi lemas saja. Selidik punya selidik, ia juga bisa menimbulkan masalah lainnya pada otot kita, loh. Nah, karena otot memerlukan tingkat kalium yang cukup,  jangan heran bila kita merasakan kram atau kejang pada bagian otot.

    3. Denyut jantung tak normal
    Tingkat kalium yang rendah juga dapat mengacaukan denyut jantung kita. Bahkan, ia bisa menyebabkan aritmia jantung (gejala dari gangguan detak jantung) bila tingkat kalium benar-benar rendah. Ketidak seimbangan elektrolit berupa kalium bisa berakibat fatal. Itulah mengapa peran kalium begitu penting bagi tubuh.


    4. Sering mengalami dehidrasi
    Auslander juga menjelaskan kalau ketidak seimbangan kalium juga dapat memicu dehidrasi dan gangguan makan. Namun, jangan khawatir, sebab tanda-tanda kekurangan kalium yang satu ini masih bisa “disiasati”. Cara menyiasatinya ialah dengan meminum air kelapa yang merupakan metode hidrasi yang sangat baik, tapi air telah terbukti lebih baik.

    5. Kulit kering atau berjerawat
    Nah, jerawat tak hanya disebabkan oleh gangguan hormon, stres, atau konsumsi makanan tertentu saja. Ternyata kekurangan kalium juga bisa menjadi biang keladinya. Gejala kekurangan kalium bisa ditandai dengan kulit kering, jerawat, atau ketidaknyamanan pada sistem pencernaan.

    Untuk menambah unsur nutrisi kalium dalam tubuh, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang memrupakan sumber dari nutrisi tersebut. Beberapa sumber kalium dapat ditemui pada susu dan ikan teri kering, kacang-kacangan kering, sayuran hijau, bayam, kelor, sawi hijau, daun singkong, kacang panjang, dan kangkung.